
Ambon, 2 Agustus 2025 – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 12 Ambon menyelenggarakan Rapat Kerja (RAKER) dan In House Training (IHT) selama tiga hari, mulai Kamis, 31 Juli, hingga Sabtu, 2 Agustus 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Penggunaan Teknologi dalam Penerapan Pembelajaran Deep Learning dan Coding, Kecerdasan Artifisial” sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di era digital.
Evaluasi Kinerja dan Penyusunan Program Kerja
Kegiatan dibuka pada Kamis, 31 Juli, oleh Ibu S. Palijama, M.Si, Pengawas Pembina, didampingi oleh Kepala Sekolah SMAN 12 Ambon, Ibu D. Adriaansz, S.Pd. Dalam sambutannya, Ibu S. Palijama menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan untuk memastikan setiap program kerja berjalan efektif.


Pada RAKER ini, setiap unit kerja dan bagian di SMAN 12 Ambon mempresentasikan dan mempertanggungjawabkan program kerjanya selama tahun pelajaran 2024/2025. Proses evaluasi dilakukan secara terbuka, di mana unit lain dan kepala sekolah memberikan masukan konstruktif untuk perbaikan. Rapat kemudian dilanjutkan dengan penyusunan program kerja untuk tahun pelajaran 2025/2026, dengan fokus pada inovasi dan optimalisasi penggunaan teknologi.
IHT: Membekali Guru dengan Keterampilan Masa Depan
Setelah RAKER, kegiatan dilanjutkan dengan In House Training (IHT) yang berlangsung pada hari Jumat dan Sabtu. IHT merupakan pelatihan yang diselenggarakan di lingkungan sekolah untuk meningkatkan kompetensi profesional para guru. Pelatihan semacam ini sangat penting untuk memastikan para pendidik selalu up-to-date dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan metode pengajaran terbaru, terutama di bidang teknologi. Selama dua hari, para guru SMAN 12 Ambon mendapatkan materi berharga dari Ibu Sonya Elly, M.Pd, seorang narasumber yang ahli di bidangnya. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan tema kegiatan, mencakup:
Grow Mindset: Pola pikir yang meyakini bahwa kemampuan dapat dikembangkan melalui dedikasi dan kerja keras.
Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Teknik pembelajaran yang mendorong siswa untuk memahami konsep secara komprehensif, bukan hanya menghafal.
Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA): Pengenalan dasar koding dan pemanfaatan AI sebagai alat bantu dalam pembelajaran.
Kokurikuler: Penguatan kegiatan kokurikuler untuk mendukung pengembangan karakter dan minat siswa.
Penyusunan Perangkat Ajar: Bimbingan dalam menyusun perangkat ajar yang inovatif dan berbasis teknologi.

Kepala Sekolah, Ibu D. Adriaansz, S.Pd, berharap melalui kegiatan ini, para guru dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk menciptakan proses belajar mengajar yang lebih interaktif, relevan, dan menarik bagi para siswa. “Semoga semangat inovasi ini terus menyala di SMAN 12 Ambon. Guru adalah kunci utama dalam menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.










