
Hari ini menjadi momen istimewa untuk merayakan semangat perjuangan dan keteladanan perempuan, khususnya para guru perempuan yang menjadi sosok “Kartini masa kini” di lingkungan SMAN 12 Ambon. Di tangan para guru perempuan, lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, berbudi luhur, dan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak.
Guru-guru perempuan di SMAN 12 Ambon telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam membimbing, mendidik, dan “memerdekakan” siswa dari kebodohan, kemalasan, serta perilaku yang tidak mencerminkan nilai-nilai luhur. Dengan ketulusan hati, kesabaran, dan kecerdasan, mereka menjadi pelopor perubahan di ruang-ruang kelas, menanamkan nilai kejujuran, disiplin, serta tanggung jawab kepada setiap peserta didik.
Semangat Kartini tercermin dalam setiap langkah para guru perempuan yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi. Mereka adalah teladan yang menghadirkan pendidikan sebagai jalan pembebasan—membuka wawasan, membangun karakter, dan menuntun siswa menuju masa depan yang lebih baik.
Kepala SMAN 12 Ambon, Ibu Dorthea Adriaansz, S.Pd, dalam momentum Hari Kartini tahun ini menyampaikan harapannya agar seluruh guru perempuan terus menjaga semangat pengabdian dan profesionalisme dalam mendidik generasi bangsa. Beliau juga mengajak para siswi SMAN 12 Ambon untuk meneladani semangat Kartini dengan terus belajar, berani bermimpi, serta mengembangkan potensi diri secara maksimal.
“Perempuan hari ini adalah penentu masa depan. Jadilah perempuan yang kuat dalam prinsip, cerdas dalam berpikir, dan lembut dalam bertindak. Baik sebagai guru maupun sebagai siswi, teruslah menjadi pribadi yang membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitar,” ungkap beliau.

Dengan semangat Hari Kartini, mari kita bersama-sama memperkuat peran perempuan dalam dunia pendidikan. Karena dari ruang kelas yang dipenuhi dedikasi para guru perempuan, akan lahir generasi yang merdeka dalam berpikir, berakhlak mulia, dan siap membangun Indonesia yang lebih baik.